Panunggalan, 19 Juli 2025. Sebanyak 7 kelompok atau sanggar seni mengikuti lomba karawitan tingkat Kabupaten di Balai Desa Panunggalan.
Kusno, S.Pd Kepala Disdikbud Purbalingga menuturkan, setiap kelompok karawitan merupakan perwakilan masing-masing Sekolahan dari tingkat SD/MI hingga SMK dan SMA.
“Kami ingin mengenalkan potensi seni karawitan kepada generasi muda. Mereka menjadi generasi penerus bangsa yang akan menjaga dan melestarikan seni karawitan,” tuturnya.
Ketua Panitia Kyai Muhammad Rofik Abadi, menyampaikan setiap kelompok peserta diwajibkan membawakan empat gending Jawa saat pentas di atas panggung selama maksimal 20 menit.
Ada beberapa kriteria penilaian yang dilakukan tim juri antara lain laras atau kombinasi antara musik dan nyanyian, rempeg atau kemerataan volume, kreativitas dan penyajian. “Para peserta berasal dari kelompok seni, atau sanggar karawitan,” ujarnya.
Karawitan merupakan seni tradisi budaya adiluhung bangsa Indonesia, hingga gamelan Jawa di kenal hingga Mancanegara termasuk gamelannya dipasarkan ke sejumlah kota besar di Indonesia bahkan mancanegara.
Selain penguatan karakter bangsa, karawitan juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Hingga banyak perajin gamelan yang memproduksi gamelan Jawa di rumah.
Ini menjadi potensi wisata dan budaya yang harus dikenalkan kepada masyarakat.
Juara 1 diraih oleh SMAN 1 Purbalingga, Juara 2 oleh SMK YPLP 2 Purbalingga dan Juara 3 oleh, Rumah Wayang Kaligondang," ujar dia.
Sugeng Aji Santoso, S.Pt Kepala Desa Panunggalan, menuturkan bahwa kami sangat mendukung lomba karawitan ini, agar supaya generasi muda ikut nguri-uri kebudayaan Jawa dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karawitan.
Mereka bisa mengasah skill dan menambah pengalaman saat mengikuti lomba atau festival karawitan.
Hal ini diperlukan agar generasi muda turut berpartisipasi dalam melestarikan budaya Jawa," ucapnya.